51 Pengawas Pemilu di Sulteng Sakit, 2 Alami Tindak Kekerasan
PALU, iNews.id – Sebanyak 51 orang pengawas Pemilu di Sulawesi Tengah (Sulteng) sakit saat bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan dua orang lainnya mengalami kekerasan. Jumlah ini berdasarkan laporan yang diterima Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) hingga 23 April 2019.
Kepala Sekretariat Bawaslu Sulteng Anayanti Sofianita mengatakan, umumnya para pengawas Pemilu sakit karena dipicu kelelahan saat pencoblosan dan usai pencoblosan.
“Ada dua orang lainnya mengalami tindak kekerasan saat ingin menindak pelaku pelanggaran dan 13 orang lagi mengalami kecelakaan lalu lintas saat sedang bertugas,” kata Anayanti di Kota Palu, Rabu (24/4/2019).
Menurut dia, para petugas TPS yang menjadi korban itu berasal dari 10 kabupaten dan Kota Palu. Sebagian menjalani perawatan di rumah sakit dan ada pula yang rawat jalan.
Anayanti mengatakan, seluruh pengawas TPS di Sulteng sudah dilindungi oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Namun, untuk kasus-kasus yang tidak tercakup dalam kerja sama itu akan ditangani oleh Bawaslu. Sementara yang kecelakaan lalu lintas akan ditangani PT Jasa Raharja.