Warga Korban Kontak Senjata antara KKSB-TNI di Mabugi Dievakuasi ke RSUD Timika
“Dampak lainnya misalnya penggiat HAM yang menggunakan momentum itu untuk mengambil keuntungan. Mari kita sama-sama menjaga agar tidak menjadi konflik yang nantinya menjadi konsumsi politik terhadap insiden yang terjadi di Puncak,” kata Willem.
Menurut Willem, aparat keamanan sebaliknya melakukan pendekatan secara persuasif. Dengan cara itu, anggota KKSB diharapkan nantinya mau sadar dan menyerahkan diri. “Kita berharap mereka tidak lagi melakukan penyerangan terhadap warga sipil maupun aparat keamanan,” ujar Willem.
Sementara Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto mengakui terjadinya insiden tersebut. Namun, pihaknya masih mengumpulkan data-data terkait kasus itu.
“Memang benar adanya kontak tembak antara aparat gabungan TNI-Polri dengan KSB di wilayah Kabupaten Puncak,” kata Letkol CPL Eko.
Editor: Maria Christina