Wapres Gibran Tinjau Bandara Nabire, Dorong Akselerasi Konektivitas Udara di Papua
Dia menambahkan, meningkatnya status Nabire sebagai ibu kota provinsi mendorong kebutuhan transportasi udara yang lebih besar dan modern.
“Setelah Nabire berkembang menjadi ibu kota provinsi, kebutuhan penerbangan meningkat sehingga dibutuhkan pesawat yang lebih besar. Pemerintah Papua Tengah telah melakukan MoU dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terkait pengembangan bandara ini, dan turut berpartisipasi dalam pembangunannya,” katanya.
Pengembangan bandara dilakukan secara bertahap dengan dukungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Salah satu langkah strategis adalah perpanjangan runway dari 1.600 meter menjadi 2.500 meter.
“Berkat pembangunan tersebut, bandara Nabire sudah bisa didarati pesawat jenis Boeing, namun beberapa fasilitas bandara masih menggunakan standar untuk pesawat jenis ATR,” ucapnya.
Meski demikian, Ricky menegaskan bahwa pengembangan lanjutan masih sangat diperlukan, terutama pada sektor terminal penumpang yang saat ini masih menggunakan standar ATR.