Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi Olah TKP Penembakan di Rumah Pegawai Lapas Tebing Tinggi, Usut Pelaku Teror
Advertisement . Scroll to see content

Usut Kerusuhan Dogiyai Papua Tengah, Polisi Gelar Olah TKP di 2 Lokasi

Rabu, 16 November 2022 - 16:12:00 WIB
Usut Kerusuhan Dogiyai Papua Tengah, Polisi Gelar Olah TKP di 2 Lokasi
Truk dan alat berat yang dibakar massa saat kericuhan di Dogiyai, Papua usai terjadi kecelakaan. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

DOGIYAI, iNews.id - Polisi bakal melakukan olah TKP untuk mengusut kerusuhan yang mengakibatkan 102 bangunan terbakar di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, pada Sabtu (12/11/2022) lalu. Olah TKP menyasar dua lokasi di Dogiyai.

Kedua lokasi itu terletak di Kampung Kogegu, Distrik Kamu Selatan, titik pembakaran truk dan ekskavator; dan Kampung Ekimanida, Distrik Kamu, tempat yang menjadi sasaran penjarahan para pelaku kerusuhan.

“Tim gabungan akan melanjutkan olah TKP di dua titik lokasi yakni lokasi pembakaran kendaraan truk dan alat berat ekskavator di Kampung Kogegu, Distrik Kamu Selatan, maupun lokasi penjarahan di Kompleks Bambu Kuning, Kampung Ekimanida, Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai,” kata Dirreskrimum Polda Papua, Kombes Pol Faizal Ramadhani, dikutip dari laman resmi Polda Papua, Rabu (16/11/2022).

Terkait peristiwa tersebut, kata dia, kepolisian telah memeriksa 16 saksi korban kerugian materiel mau pun penganiayaan. Jumlah tersebut, menurutnya, berpotensi bertambah mengingat para korban kerusuhan telah bergerak untuk mengungsi menuju Kabupaten Nabire.

Diketahui, kerusuhan yang terjadi pada Sabtu (12/11/2022) mengakibatkan 102 bangunan di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, terbakar. Sebanyak enam bangunan di antaranya milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai.

Selain keenam kantor pemerintahan itu, kerusakan juga menimpa 27 rumah, 51 kios, sembilan indekos, dan sembilan ruko. Sedangkan kendaraan seperti 11 truk, 20 sepeda motor, dan sebuah ekskavator juga tak luput dari dampak kerusuhan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut