Pembunuhan di Teluk Wondama, Berawal dari Michat Korban Dihantam Pakai Ulekan
Namun, situasi berubah ketika pelaku yang dalam kondisi mabuk memaksa korban. Penolakan korban memicu aksi kekerasan.
Pelaku menendang dan memukul korban hingga terjatuh dan pingsan di ruang depan kamar. Meski korban tidak berdaya, pelaku tetap berusaha melampiaskan keinginannya.
Saat korban sadar dan melawan, pelaku kembali melakukan kekerasan hingga korban kembali kehilangan kesadaran. Setelah itu, pelaku sempat mengambil barang berharga milik korban berupa dompet dan ponsel. Namun saat hendak keluar, korban kembali sadar dan berteriak.
Merasa panik, pelaku kembali menyerang korban. Dia menjepit leher korban dengan kaki dan menutup mulutnya. Saat korban masih melawan, pelaku mengambil ulekan cobek dan menghantam kepala korban berkali-kali hingga tewas.
Usai memastikan korban tewas, pelaku membersihkan diri lalu melarikan diri sambil membawa barang milik korban. Pelaku kemudian melarikan diri menggunakan motor menuju Distrik Wondiboi. Dia sempat singgah di Pasar Iriati untuk membeli pakaian dan membersihkan diri di sungai.