Rohmat mengungkapkan, selama ini idak pernah ada permasalahan antara pekerja olah kayu dengan orang lain.
"Kami sudah lama kerja di lokasi itu, sekitar tiga tahun. Tidak pernah ada yang datang melarang kami, aman-aman saja. Biasanya yang datang ke lokasi yaitu pemilik lahan yang tinggal di Jayanti," ucapnya.
Pihak keluarga kini mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus pembunuhan almarhum Sumarna kepada polisi. "Semoga pelakunya cepat tertangkap," tuturnya.
Sebelumnya, Kapolsek Kuala Kencana Iptu Hari Katang mengatakan korban dibunuh oleh orang tak dikenal usai menarik kayu olahan dari kamp penampungan menuju pinggir Jalan Trans Timika-Paniai pada Kamis (21/11/2019).
Jenazah korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di sebuah kali kering dengan luka-luka di bagian mulut, kepala bagian belakang, pinggang, jari tangan akibat sabetan benda tajam. Diduga pelaku pembunuhan lebih dari satu orang.
Editor: Donald Karouw