"Mudah-mudahan kasus seperti ini tidak terjadi lagi. Mari kita pererat persatuan dan kebersamaan," kata Sofyan yang juga menjabat wakil Ketua Pengadilan Agama Timika.
Kematian alamrhun dengan cara yang tragis menjadi duka bagi keluarga. Kerabat almarhum, Rohmat mengatakan, Sumarna baru satu bulan tiba kembali di Timika. Dia sebelumnya pulang kampung ke daerah Angsana, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
"Almarhum ini sebetulnya sudah cukup lama di Timika. Dia sudah empat kali ke sini (Timika). Tapi beberapa waktu lalu dia pulang ke Pandeglang dan baru tiba kembali bulan lalu. Dia tinggal bersama saya di SP7. Istri dan anaknya ada di Pandeglang," kata Rohmat.
Menurutnya saat kejadian, korban baru saja mengantar kayu olahan dari kamp tempat penggergajian kayu ke pinggir jalan dengan menggunakan motor rakitan melalui jalan rel yang terbuat dari papan.
"Kami punya dua kamp. Satu kamp di dekat jalan sekitar 100 meter. Lalu kamp satu lagi di dalam hutan sekitar 500-600 meter dari kamp pertama. Setelah korban menyimpan kayu di luar, dia masuk kembali. Di situlah dia dibunuh, kemungkinan besar dia dibacok dari arah belakang," ujarnya.