Kisah Nyata Aksi Heroik Kopassus Merebut Irian Barat, Banyak Prajurit Gugur dan Hilang
Dalam misi operasi ini, prajurit Kopasssus harus menggagalkan rencana Belanda mendirikan 'negara boneka' di Irian Barat. Operasi ini sekaligus perwujudan Tri Komando Rakyat (Trikora) yang diumumkan Presiden Soekarno pada 19 Desember 1961.
Kepala Staf Operasi Tertinggi Mayor Jenderal TNI Ahmad Yani yang memimpin ketika itu tidak punya pilihan karena tak seorang pun perwira senior berani memimpin operasi tersebut. Sehingga dalam operasi ini ditunjuk Kapten Leonardus Benyamin (LB) Moerdani atau dikenal Benny Moerdani.
Kisah ini diceritakan Brigjen TNI (Purn) Aloysius Benedictus Mboi yang ketika itu masih berpangkat Letnan Satu. Di hadapan pasukan Naga di Pulau Seram, Panglima Mandala Mayor Jenderal Soeharto ketika itu mengatakan penerjunan prajurit cukup berisiko.
"Sebentar lagi saudara-saudara akan berangkat untuk diterjunkan di daerah Merauke dalam rangka operasi merebut Irian Barat. Dua tim sebelum kalian sudah diterjunkan beberapa minggu lalu sampai hari ini tidak ada kontak dengan mereka," kaat Ben Mboi mengenang ucapan Soeharto kala itu dikutip dari buku biografi 'Kepemimpinan Militer : Catatan dan Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto', Jumat (28/10/2022).
Pada 23 Juni 1962, tepat pukul 03.00 dini hari, sebanyak 213 prajurit Kopassus diterjunkan dari tiga pesawat C-130 Hercules di atas Merauke, Papua. Pilot TNI AU sudah berusaha terbang serendah mungkin agar saling berdekatan, namun angin bertiup kencang sehingga para penerjun terpencar.