"Saya sebagai pembela HAM sangat menyesal tindakan brutal yang diduga dilakukan oleh OPM (KKB), yang mengorbakan kedua guru, yang sama sekali tidak tau masalah apa-apa. Aapa untungnya menembak warga masyarakat sipil yang nota benenya tidak tahu masalah,"ucapnya.
Selidiki Kasus Penembakan Guru SD, TNI-Polri Petakan Kekuatan KKB di Puncak Papua
Menurut Theo, OPM harus juga memahami bahwa guru datang ke Papua utamanya di wilayah pedalaman untuk membangun sumber daya manusia di tanah Papua, jangan juga dituding mata-mata.
"Kok mereka ditembak ? Menurut saya adanya guru maka kita bisa menjadi pintar dan menjadi orang-orang hebat di tanah ini, untuk membangun Papua,” katanya.
Kronologi Penembakan Guru SD di Puncak Papua, Berawal saat KKB Datangi Rumah Korban
Tanpa guru, kata Theo, pendidikan di Papua tidak bisa maju, tidak akan ada kaum intelektual, pejabat dan sebagainya tanpa kehadiran guru.
"Semua orang punya kewajiban untuk menjaga dan melindungi mereka sekalipun mereka adalah masyarakat non-Papua, sehingga hubungan masyarakat asli Papua dan masyarakat warga non-Papua memiliki hubungan yang sangat harmonis dan membangun beradaban di tanah Papua," katanya.
Theo menambahkan, aksi penembakan kedua guru tersebut malah mencederai perjuangan OPM atau TPNPB, yang selama ini mencari perhatian dan dukungan dunia internasional.
Editor: Kastolani Marzuki