Kronologi Remaja di OKI Tewas Ditembak Teman saat Live TikTok Pakai Pistol
OGAN KOMERING ILIR, iNews.id – Polisi masih menyelidiki kasus penembakan yang mengakibatkan seorang remaja berusia 18 tahun tewas di Desa Margo Bakti, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel).
Korban berinisial SH ditembak pelaku yang tidak lain temannya sendiri di bagian perut menggunakan senjata api (senpi) jenis pistol revolver.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa penembakan terjadi di sebuah rumah di Blok E Desa Margo Bakti. Saat kejadian, korban bersama terduga pelaku berinisial MCA berada di dalam kamar sedang live TikTok.
Tidak lama kemudian terdengar suara letusan senjata api. Korban mengalami luka serius dan sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan medis.
Petugas yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mengumpulkan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi.
Dari hasil penyelidikan dan keterangan saksi, tim gabungan menangkap MCA pada Senin (1/6/2026) pukul 14.00 WIB. Dia diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dari lokasi kejadian, polisi menyita satu pucuk senjata api laras pendek jenis revolver. Selain itu, petugas juga mengamankan satu selongsong, satu proyektil dan pakaian yang digunakan korban saat kejadian.
Seluruh barang bukti telah diamankan untuk kepentingan pembuktian secara ilmiah dan forensik. Penyidik masih mendalami asal-usul senjata api yang digunakan serta legalitas kepemilikannya.
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto menegaskan pengungkapan cepat kasus tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.
“Begitu laporan diterima, tim gabungan langsung bergerak lakukan penyelidikan secara intensif. Dalam waktu kurang dari 12 jam, terduga pelaku berhasil diamankan. Saat ini penyidik masih terus mendalami seluruh fakta dan alat bukti yang ada agar penanganan perkara dapat dilakukan secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” katanya, Selasa (2/6/2026).
Dia mengatakan, kepemilikan dan penggunaan senjata api dalam kasus ini menjadi perhatian serius penyidik karena menyangkut keselamatan masyarakat.
“Kami juga sedang mendalami asal-usul senjata api yang ditemukan di lokasi kejadian. Semua aspek akan diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan proses hukum berjalan secara komprehensif dan transparan,” ucapnya.