Kasus Video Mesum Mantan Anggota DPRD Mimika, Polda Papua Tetapkan Satu Tersangka
Dalam perjalanan kasus, MM sudah memperbaiki laporannya tidak saja menyangkut kasus pencemaran nama baik, tetapi juga pornografi, pelanggaran UU ITE dan konspirasi kejahatan. Penyidik juga telah memanggil tiga saksi, seorang di antaranya merupakan pejabat teras di lingkungan Pemkab Mimika yang ditengarai menyebarkan konten video mesum MM dengan AZHB alias Ida ke media sosial melalui sejumlah grup WhatSapp.
"Penyidik telah melakukan pemanggilan terhadap tiga orang saksi yaitu EO, FM dan PM. Untuk EO, saat ini penyidik telah melayangkan pemanggilan dua kali karena dari keterangan yang didapat EO sedang melakukan pemeriksaan kesehatan," katanya.
Terpisah, kuasa hukum MM, Aloysius Renwarin mendesak penyidik Polda Papua segera mengumumkan tersangka kasus pelanggaran UU ITE dalam penyebaran konten video mesum tersebut.
"Penyidik sudah mengumumkan satu tersangka kasus pornografi, bukan atas kasus pelanggaran UU ITE. Kami menilai penyidik masih bekerja profesional," kata Alo.
Dia berharap, tersangka pelanggaran UU ITE dalam kaitan dengan kasus itu secepatnya diumumkan kepada publik mengingat video mesum ini tersebut menjadi perhatian luas masyarakat. Tidak saja di Timika, Papua bahkan hingga ke tingkat nasional.
Adapun, tersangka AZHB alias Ida dijerat dengan Pasal 29 juncto Pasal 4 ayat (1) UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Tindak pidana yang diatur dalam kedua UU itu yakni 'Barang siapa dengan sengaja memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi. 'Barang siapa dengan sengaja tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diakses-nya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan melanggar kesusilaan'.
Editor: Donald Karouw