Kapal Kargo Asing Kandas di Perairan Raja Ampat, TNI AL Gerak Cepat Bantu Penanganan
Menurutnya, para ABK MV Indian Partnership baru menyadari kapal diduga mengalami kebocoran pada tanggal Minggu (23/4/2023). Namun mereka tidak merasakan benturan terhadap badan kapal.
"Selanjutnya ABK MV Indian Partnership berusaha mempertahankan kapal karena posisi geladak haluan hampir sejajar dengan garis air. Kemudian lego jangkar darurat pada posisi sekitar Perairan Pulau Missol," katanya.
Nakhoda kapal lalu berkoordinasi dengan agen di Indonesia untuk meminta persetujuan diving clearance dari Harbour Master/ Syahbandar setempat agar dapat menurunkan ABK yang memiliki kemampuan menyelam untuk memeriksa dan menemukan serta memperbaiki kebocoran kapal tersebut.
Adapun data kapal tersebut yakni MV Indian Partnership dengan jenis kargo/Bulk Carrier, bendera Inggris, Tonase 95.009 GT muatan bauksit dengan 22 orang ABK dari WNA yang terdiri atas kewarganegaraan India, Russia, Myanmar, Ukraina, Turki, China dan Vietnam.
Atas peristiwa itu, jajaran Koarmada III melalui Pangkoarmada III langsung melaksanakan koordinasi dengan unsur terkait untuk bersinergi dalam penanganan masalah tersebut. Baik dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Bea Cukai, Karantina setempat dan Pangkalan TNI AL Sorong serta dengan agen kapal MV Indian Partnership yang berada di Indonesia.
Salah satu yang dikoordinasikan penerbitan Notice to Mariner dengan KSOP setempat. Penerbitan Notice to Mariner untuk pemberitahuan kepada pelaut dan nakhoda kapal yang melintas di perairan tersebut karena adanya kapal mengalami kecelakaan. Seperti adanya dugaan kebocoran yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran, navigasi, termasuk akan bahaya pencemaran dan lain sebagainya.
Editor: Donald Karouw