Cerita Jenderal Kopassus Pimpin Operasi di Papua, Menang Tanpa Pertumpahan Darah
Hasan mencontohkan banyak orang Papua yang tidak bisa sekolah tinggi dan layak. Juga banyak yang tidak bisa mendapat pekerjaan yang layak dan tersisih.
“Berbagai Satgas Kopassus saat ini saya perintahkan untuk mengutamakan pendekatan kemanusiaan dan kesejahteraan dengan membuka kebun di masyarakat, mengajar, membantu pengobatan dan lain-lain. Kebun yang dibuka di Wamena misalnya, dalam dua tahun sudah lima kali panen,” ujarnya.
Ketika menyandang pangkat Brigadir Jenderal, Hasan diberi kesempatan memimpin operasi tempur di Papua. Ini adalah hal langka sekaligus kebanggaan sebagai perwira tinggi karena diberi kesempatan terjun langsung dalam operasi lapangan.
Dengan pendekatan kemanusiaan, Kopassus kemudian memetakan wilayah-wilayah di Papua. Di zona putih atau aman, Kopassus memperkuat hubungan dengan masyarakat lewat operasi teritorial.
Sementara di zona abu-abu dimana kelompok separatis tinggal di tengah masyarakat, Kopassus melakukan operasi teritorial dan operasi tempur. Operasi tempur diberlakukan di zona hitam karena menjadi basis kelompok separatis melakukan tindak kekerasan.
Hasan yang menjadi Danjen Kopassus sejak 2020 mengaku menerapkan cara-cara kepemimpinan yang bersifat melayani. Seperti kebiasaannya mengajak beberapa pimpinan pasukan mengunjungi masyarakat setelah mereka menjalankan tugas harian.
Mereka dibuat berbaur di warung dan berbagai area publik lainnya agar bisa lebih mendekatkan diri, mencermati dan meresapi langsung berbagai permasalahan yang ada di lapangan.
Editor: Reza Fajri