Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : TNI AD Investigasi Peluru Nyasar Lukai 2 Warga di Kampus UNP, Libatkan Polda Sumbar
Advertisement . Scroll to see content

Cerita 30 Prajurit Kopassus Nyamar Jadi Hantu saat Serbu Ribuan Pemberontak Kongo

Jumat, 29 Oktober 2021 - 11:30:00 WIB
Cerita 30 Prajurit Kopassus Nyamar Jadi Hantu saat Serbu Ribuan Pemberontak Kongo
Prajurit satuan elite Komando Pasukan Khusus atau Kopassus. (Foto: Pen Kopassus).
Advertisement . Scroll to see content

Setelah diburu, ternyata ditemukan markas gerombolan pemberontak tersebut ada di dekat Danau Tanganyika. Daerah itu dikenal sebagai wilayah "No Man Land” alias daerah tak bertuan. Wilayah itu merupakan daerah kekuasaan pemberontak. Selama ini tidak pernah ada yang dapat memasuki daerah ini, termasuk Tentara Nasional Pemerintahan Kongo. Pernah ada kejadian sebanyak 2 kompi pasukan India dibantai di wilayah ini saat berusaha masuk wilayah tersebut.

Setelah menemukan markas pemberontak tadi, pasukan Pasukan Konga III yang berjumlah 30 personel beristirahat sambil menyusun rencana penyerangan. Di markas pemberontak itu terdapat 3.000 personel pasukan pemberontak dengan beberapa tank panzer dan RPG/bazzoka.

Berdasarkan informasi intelijen yang didapat Pasukan Konga III diketahui bahwa suku setempat, termasuk pemberontak sangat takut dengan mitos mistis cerita hantu putih. Yakni, sosok hantu putih dengan bau bawang putih yang menyengat.

Criiing! Ide cemerlang terbersit di kepala Pasukan Kopassus Konga III. Yakni menerapkan straegi unik dan tak lazim, menyamar jadi hantu putih. Akhirnya mereka memakai jubah putih longgar yang diberi kayu di atas kepala agar bila terkena angin maka jubah putih tersebut melambai-lambai. Tak lupa setiap personel juga memakai rantai bawang putih yang dikalungkan di leher.

Dengan naik kapal yang dihitamkan, sesampai di pinggir danau, pasukan hantu putih Kopassus meloncat berhamburan keluar dari kapal. Mereka menyerbu pos terdepan musuh. Setelah menaklukan pos itu, pasukan menyerbu ke dalam markas pemberontak.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut