Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : TNI AD Investigasi Peluru Nyasar Lukai 2 Warga di Kampus UNP, Libatkan Polda Sumbar
Advertisement . Scroll to see content

Cerita 30 Prajurit Kopassus Nyamar Jadi Hantu saat Serbu Ribuan Pemberontak Kongo

Jumat, 29 Oktober 2021 - 11:30:00 WIB
Cerita 30 Prajurit Kopassus Nyamar Jadi Hantu saat Serbu Ribuan Pemberontak Kongo
Prajurit satuan elite Komando Pasukan Khusus atau Kopassus. (Foto: Pen Kopassus).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) selalu mempunyai kisah heroik dalam melaksanakan tugas. Kali ini pasukan elite TNI yang dulu bernama RPKAD ini menaklukkan 3.000 personel pasukan pemberontakKongo, Afrika dengan menyamar hantu putih.

Ketika itu 30 prajurit Kopassus tergabung dalam Kontingen Garuda III. Cerita ini dikisahkan oleh Letjen (Purn) Kemal Idris (alm), Komandan Pasukan Perdamaian Indonesia di Kongo saat itu, dalam buku biografinya berjudul “Kemal Idris, Bertarung dalam Revolusi” terbitan Sinar Harapan. 

Pada Tahun 1962, Persatuan Bangsa Bagsa (PBB) memerintahkan Indonesia untuk mengirimkan pasukan perdamaian ke Negara Republik Demokratik Kongo, Afrika. Indonesia memberangkatkan Batalyon 531 Raiders, satuan-satuan Kodam II Bukit Barisan, Batalyon Kavaleri 7, dan unsur tempur lainnya, termasuk Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD yang waktu itu masih bernama Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD).

Pasukan Konga III dipimpin Kemal Idris yang saat itu masih berpangkat Brigjen TNI. Sebanyak 3.457 tentara Konga III berangkat dengan pesawat pada Desember 1962. Mereka ditugaskan di Albertville, Kongo selama 8 bulan di bawah naungan United Nations Operation in the Congo (UNOC).

Daerah yang menjadi medan operasi pasukan KONGA III terkenal sangat berbahaya. Sebab di wilayah itu terdapat milisi pemberontak dengan pimpinan Moises Tsombee. Pasukan Moises selalu membuat kekacauan di daerah ini. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut