Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Banjir Bandang Terjang 5 Desa di Gorontalo Utara, Tinggi Air Capai 2 Meter
Advertisement . Scroll to see content

BBMKG Sebut Cuaca Ekstrem di Jayapura Bukan karena La Nina

Jumat, 30 Oktober 2020 - 13:15:00 WIB
BBMKG Sebut Cuaca Ekstrem di Jayapura Bukan karena La Nina
Banjir merendam sejumlah wilayah di Jayapura. (Foto: Dok iNews).
Advertisement . Scroll to see content

JAYAPURA, iNews.id - Cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir dan longsor di wilayah Jayapura, Papua, bukan disebabkan fenomena La Nina. Kondisi ini karena gangguan pada skala regional didukung faktor meteorologis seperti angin monsun baratan.

Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura menyebut hujan lebat di wilayah Kabupaten dan Kota Jayapura berpotensi terjadi di sepanjang tahun dengan atau tanpa aktifnya La Nina.

"Periode musim hujan yang umumnya terjadi pada bulan Oktober-Maret tiap tahunnya dengan puncak musim hujan terjadi pada bulan Januari-Maret," kata Kepala Subbid Pelayanan Jasa BBMKG Wilayah V Jayapura, Erzi Ronsumbre, Jumat (30/10/2020).

Untuk Prakiraan musim hujan tahun 2020-2021 untuk wilayah Zona Musim (ZOM) di Papua, diperkirakan bertahap, mulai dari November dan Desember 2020. Puncaknya Februari hingga Maret 2021 mendatang.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut