Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Satu Keluarga Tewas saat Glamping di Temanggung Dimakamkan Berdampingan
Advertisement . Scroll to see content

5 Tradisi Pemakaman Unik di Indonesia, Nomor 4 Jenazah Bayi Diletakkan dalam Pohon Bergetah yang Dianggap ASI

Senin, 10 Januari 2022 - 18:20:00 WIB
5 Tradisi Pemakaman Unik di Indonesia, Nomor 4 Jenazah Bayi Diletakkan dalam Pohon Bergetah yang Dianggap ASI
Tradisi Pemakaman Trunyan. (Foto: Kemenparekraf)
Advertisement . Scroll to see content

4. Passiliran di Toraja

Masyarakat Toraja juga memiliki tradisi pemakaman unik bagi bayi-bayi yang meninggal dunia. Passiliran merupakan tradisi pemakaman jenazah bayi dengan cara dimasukkan ke dalam pohon tarra yang berukuran besar. 

Bayi yang meninggal dunia haruslah berusia kurang dari enam bulan serta belum mempunyai gigi. Jenazah bayi diletakkan di lubang pohon tanpa menggunakan pembungkus satu pun. 

Passiliran, tradisi pemakaman jenazah bayi dengan cara dimasukkan ke dalam pohon tarra yang berukuran besar di Toraja. (Foto: wanaswara.com)
Passiliran, tradisi pemakaman jenazah bayi dengan cara dimasukkan ke dalam pohon tarra yang berukuran besar di Toraja. (Foto: wanaswara.com)

Cara meletakkannya juga berdasarkan pada sistem kasta. Semakin tinggi kasta, maka jenazah bayi tersebut akan diletakkan di bagian atas pohon. Pohon tarra sengaja digunakan dalam upacara ini karena mengandung banyak getah yang diartikan sebagai air susu ibu (ASI). 

Sementara lubang pohon dianggap sebagai rahim ibu. Masyarakat percaya bahwa bayi yang sudah meninggal dunia dapat terlahir kembali di rahim ibu yang sama. 

5. Mumifikasi di Papua

Mumifikasi dilakukan juga oleh masyarakat adat di Papua, salah satunya suku Dani di Pegununungan Jayawijaya. Mumifikasi merupakan proses pengawetan jenazah dengan menghilangkan kelembapan dalam tubuh. Proses mumifikasi hanya dilakukan pada jenazah tertentu, seperti kepala suku atau panglima perang.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut