2 Kelompok Warga di Mimika Saling Serang Gegara Rebutan Jabatan Lemasko
Sedangkan warga yang tadinya mengikuti rapat di lokasi itu lari kocar-kacir menyelamatkan diri.
Gery Okoare mengakui kemarahan massa dipicu oleh keputusan Bamus Suku Kamoro untuk melakukan pergantian pengurus Lemasko sementara berjalan saat ini.
"Warga saya dan masyarakat keberatan dengan rencana itu, lalu emosi dan marah, sehingga menyerang massa yang hendak melakukan pergantian kepengurusan Lemasko. Keputusan Bamus itu sepihak saja. Saya bersama Marianus Maknaipeku (Wakil Ketua Lemasko) justru datang untuk mempertanyakan keputusan Bamus, tapi warga terlanjur emosi dan akhirnya menyerang," kata Gery.
Gery mengatakan secara hukum dirinya masih sah sebagai Ketua Lemasko.
Diaa dipilih secara mufakat memimpin Lemasko pada 2019 lalu, setelah Ketua Lemasko sebelumnya yaitu Robertus Waraopea meninggal dunia.
"Sesuai aturan, saya secara otomatis menjadi Ketua Lemasko. Hal itu sesuai dengan AD-ART Lemasko. Kalau ingin mengganti kepengurusan Lemasko sekarang ini mengapa tidak duduk bersama terlebih dahulu," ujar Gery.
Kasat Sabhara Polres Mimika AKP Rosman dan anggotanya yang tiba di lokasi langsung membubarkan massa.
"Mengingat kondisi saat ini ada wabah pandemi COVID-19, kami minta warga kembali ke rumah masing-masing. Kami akan mediasi masalah ini dengan memanggil pengurus Lemasko dan Bamus agar mencarikan solusi terbaik," kata AKP Rosman.
Editor: Kastolani Marzuki