Sambil Menangis Haru, Polisi Korban Penyerangan Teroris Bacakan Surat Terbuka untuk Kapolri
Hal ini merupakan suatu kebangganan dan kehormatan bagi saya berserta keluarga. Beberaoa tahun yang lalu, saya divonis dokter mengalami kebutaan dan saya sedang melaksanakan pengejaran teroris yang melakukan penyerangan di pos polisi dimana saya bertugas. Sejak saat itu saya hampir putus asa memikirkan nasib keluarga saya yang mempunya ayah dan suami yang mengalami cacat.
Tidak pernah terlintas dalam pikiran sata bahwa anggota yang menyandang disabilitas bisa mengikuti pendidikan perwira. Bagi saya itu adalah mukjizat dari Allah SWT melalui tangan jenderal.
Pada istri saya tercinta sudah habis kata-kata saya dan rasa terima kasih atas perjuangan dan doa selama ini yang tidak pernah berhenti. Jenderal dan sahabat-sahabat yang kami muliakan perkenankan sayta kembalu mengaturkan terima kash dan penghargaan yang tulus dari hati nurani yang terdalam kepada bapak Kapolda Jatim serta sahabat-sahabat semua sehingga bisa ikut di pendidikan perwira. Semua semoga tuhan yang maha esa senantiasa melimpahkan rahmat pada kita semua dalam melanjutkan pengabdiaan pada bangsa dan negara sekian dan terima kasih.
Assalamulaiakum warahmatullahi wabarakatuh, salam presisi," ucap Aipda Andreas.
Editor: Nani Suherni