Percaya Kiamat Sudah Dekat, Puluhan Ribu Warga Ini Mengungsi untuk Saksikan Dunia Berakhir
Seorang juru bicara Kementerian Tenaga Kerja juga mendesak orang-orang untuk tidak berhenti dari pekerjaan mereka hanya karena takhayul satu individu. Veasna mulai membagikan ramalan kiamatnya di Facebook minggu lalu, di mana dia memiliki pengikut lebih dari 370.000 orang.
Menurut pihak berwenang, sekitar 20.000 orang termasuk anak-anak dan orang tua telah pindah ke rumah pertaniannya. Veasna menghibur mereka dengan ceramah harian dari pukul 13.00 siang sampai pukul 19.00 malam, yang disuarakan dengan pengeras suara.
Namun, penduduk setempat yang bingung mengeluhkan kekacauan yang dibuat para pengikutnya, termasuk buang air besar di tempat umum. Politisi itu telah lama menjadi kritikus dan oposisi terhadap pemerintah Kamboja.
Partainya memperoleh 310.000 suara dalam pemilu 2018, pemilu yang dianggap dicurangi untuk mendukung Partai Rakyat Kamboja yang berkuasa. Astrid Norén-Nilsson, dosen senior di Pusat Studi Asia Timur dan Tenggara Universitas Lund, mengatakan meskipun oposisi telah diizinkan untuk bangkit sampai batas tertentu, Kamboja masih sangat ditandai oleh bagaimana ini adalah periode mandat satu partai.
"Khem Veasna mencela politik dan membawa pengikutnya bersamanya dalam perjalanan untuk menjadi semacam gerakan sosial milenarian," ujar kepada Vice World News.