Kondisi Pendaki asal Malaysia Jatuh di Gunung Rinjani, Cedera Parah Tulang Belakang
Dikutip dari iNews Lombok, Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menyebutkan bahwa keselamatan korban dan seluruh kru menjadi prioritas utama dalam operasi penyelamatan tersebut.
Setelah cuaca membaik pada Selasa pagi (26/5/2026), proses evakuasi udara akhirnya dapat dilakukan. Helikopter milik PT SGi Air Bali lepas landas dari Lapangan Sembalun sekitar pukul 08.05 WITA menuju Pelawangan 2 untuk mengevakuasi korban.
Usai proses persiapan, korban langsung dipindahkan ke dalam helikopter dan diterbangkan menuju Bali pada pukul 08.17 WITA. Helikopter kemudian mendarat di Benoa sekitar pukul 09.05 WITA sebelum korban dirujuk ke Rumah Sakit Inmedika Sanur untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Operasi penyelamatan tersebut melibatkan sejumlah unsur gabungan, di antaranya Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), BPBD Lombok Timur, EMHC, SAR Unit Lombok Timur, tim medis, porter, dan pemandu lokal.
Keberhasilan evakuasi itu kembali menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan tim penyelamat di jalur pendakian Gunung Rinjani yang dikenal memiliki medan ekstrem dan cuaca yang cepat berubah.
Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut merupakan salah satu destinasi favorit pendaki mancanegara, namun juga memiliki risiko tinggi terutama saat kondisi cuaca memburuk.
Editor: Kurnia Illahi