Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : WNA Malaysia Jatuh di Gunung Rinjani, Tim SAR Kerahkan Helikopter
Advertisement . Scroll to see content

Kondisi Pendaki asal Malaysia Jatuh di Gunung Rinjani, Cedera Parah Tulang Belakang

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:22:00 WIB
Kondisi Pendaki asal Malaysia Jatuh di Gunung Rinjani, Cedera Parah Tulang Belakang
Tim SAR mengevakuasi pendaki asal Malaysia yang terjatuh di Gunung Rinjani menggunakan helikopter menuju Bali. (Foto: INews TV/Ramli Nurawang)
Advertisement . Scroll to see content

LOMBOK TIMUR, iNews.id - Seorang warga negara asing (WNA) asal Malaysia, Chye Connsyinn, kecelakaan saat mendaki Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (25/5/2026). Korban terjatuh saat menuruni jalur dari puncak menuju rute Sembalun hingga mengalami cedera serius pada bagian tulang belakang.

Akibat cedera tersebut, korban tidak mampu menggerakkan tubuhnya sehingga proses evakuasi harus dilakukan secara hati-hati oleh tim gabungan.

Porter dan pemandu lokal yang berada di sekitar lokasi menjadi pihak pertama yang memberikan pertolongan kepada korban. Selanjutnya, korban dievakuasi menuju Pelawangan 2 Sembalun sambil menunggu bantuan lanjutan dari tim penyelamat.

Proses evakuasi sempat terkendala cuaca buruk yang melanda kawasan Gunung Rinjani. Kabut tebal dan jarak pandang terbatas membuat helikopter evakuasi tidak dapat diterbangkan karena dinilai berisiko bagi keselamatan korban maupun kru penyelamat.

Berdasarkan rekomendasi tim medis dari Nusa Medica Clinic, korban akhirnya diputuskan tetap berada di lokasi sementara waktu untuk menjaga stabilitas kondisi kesehatannya. Selama menunggu evakuasi, korban mendapat pengawasan intensif dari tenaga medis, perawat, dan personel SAR gabungan.

Dikutip dari iNews Lombok, Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menyebutkan bahwa keselamatan korban dan seluruh kru menjadi prioritas utama dalam operasi penyelamatan tersebut.

Setelah cuaca membaik pada Selasa pagi (26/5/2026), proses evakuasi udara akhirnya dapat dilakukan. Helikopter milik PT SGi Air Bali lepas landas dari Lapangan Sembalun sekitar pukul 08.05 WITA menuju Pelawangan 2 untuk mengevakuasi korban.

Usai proses persiapan, korban langsung dipindahkan ke dalam helikopter dan diterbangkan menuju Bali pada pukul 08.17 WITA. Helikopter kemudian mendarat di Benoa sekitar pukul 09.05 WITA sebelum korban dirujuk ke Rumah Sakit Inmedika Sanur untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Operasi penyelamatan tersebut melibatkan sejumlah unsur gabungan, di antaranya Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), BPBD Lombok Timur, EMHC, SAR Unit Lombok Timur, tim medis, porter, dan pemandu lokal.

Keberhasilan evakuasi itu kembali menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan tim penyelamat di jalur pendakian Gunung Rinjani yang dikenal memiliki medan ekstrem dan cuaca yang cepat berubah.

Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut merupakan salah satu destinasi favorit pendaki mancanegara, namun juga memiliki risiko tinggi terutama saat kondisi cuaca memburuk.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut