Kaleidoskop 2020: Pandemi Kerek Angka Pernikahan Dini di NTB
Masih Miliki Pengaruh Sontak video yang berdurasi 21 menit 46 detik ini viral lantaran pernikahan tersebut dilakukan anak-anak di bawah umur. Pengantin laki-laki bernama Su diketahui baru berumur 16 tahun, sementara perempuan baru berumur 12 tahun. Keduanya menikah setelah saling mengenal selama empat hari.

Paman Su, Mahrun menuturkan, keduanya menikah setelah orang tua si pengantin perempuan meminta anaknya untuk dinikahkan dengan Suhaimi dengan alasan anak perempuannya dibawa keluar untuk jalan-jalan seharian dan pulang di waktu petang.
“Ya, pulang magrib. Tahu-tahu, anak ini disuruh ke rumah si perempuan. Katanya harus kawin,” katanya.
2. Siswi SMP Menikah karena Bosan Belajar Online
Siswi SMP di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat memutuskan menikah karena bosan belajar online selama pandemi Covid-19. Kasus itu semakin menambah panjang daftar pernikahan dini siswi SMP di Lombok Tengah selama pandemi.
Kasus pernikahan dini dua sejoli itu terjadi di Desa Aiq Berik, Kecamatan Batu Kliang Utara, Lombok Tengah. Dua pengantin bocah bau kencur itu yakni, S (17) remaja pria asal Kumbak Dalem, dan pengantin perempuan ES (15) asal Desa Aiq Berik.