Ini Strategi Rohmi-Firin Pertahankan NTB sebagai Lumbung Pangan Nasional
Data BPS menyebutkan, di tahun 2022, luas panen padi provinsi NTB berkurang hampir 6.000 hektare. Sebanyak 6 kabupaten/kota di Provinsi NTB yang mengalami penurunan luas panen padi apabila dibandingkan dengan tahun 2021.
Fenomena alih fungsi lahan di Provinsi NTB erat kaitannya dengan industrialisasi dan kegiatan pariwisata yang semakin gencar dilakukan saat ini.

Ummi Rohmi mengatakan, konversi lahan pertanian di NTB perlu mulai diperhatikan karena dapat berdampak negatif pada produksi pangan dan ketahanan pangan nasional.
Menurut cucu perempuan pertama pahlawan nasional, Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, ke depan ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi konversi lahan pertanian di NTB. Misalnya dengan menguatkan peraturan daerah terkait Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
"Perlu juga kebijakan pemerintah menyediakan lahan pengganti untuk pertanian yang dialihfungsikan. Yang juga tak kalah penting, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan sempit di perkotaan dengan bercocok tanam secara hidroponik," katanya.
Cagub Perempuan yang populer dengan sebutan Jilbab Ijo ini menekankan sektor pertanian NTB merupakan sektor unggulan yang mampu memberikan hasil produksi padi cukup besar bagi daerah ini. Provinsi ini dikenal dengan sebutan 'Bumi Gora' atas keberhasilan sektor pertanian NTB dalam mencapai swasembada pangan pada beberapa tahun silam.