Tak hanya datang sendiri, jemaah juga membawa anak mereka untuk dapat mendapat keberkahan. Satu-per satu mereka mengantre untuk dapat bersalaman dengan TGB.
TGB juga menyinggung mengenai peletakan pembangunan di Pondok Pesantren Darunnadwah Al -Majidiah NWDI Aikmel. Peletakan batu pertama ini menunjukkan semangat untuk beramal saleh.
Memanfaatkan waktu kehidupan dari Allah, diberikan umur, diberikan jatah kesempatan. “Mari manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” ucapnya.
Di dalam Alquran, kata TGB, saat Allah menyampaikan orang-orang hebat, masyarakat yang maju, peradaban atau bangsa yang mulia meninggalkan karya luar biasa, di antaranya adalah Bangsa Irom yang meninggalkan bangunan bertiang besar.
Seperti pula di Mesir dengan adanya Piramida di Mesir yang memiliki batu besar. “Bagaimana batu-batu itu dapat diangkat. Padahal zaman itu belum ada mesin hidrolik,” ujarnya.
Ketua Harian Nasional Perindo ini menyebut, sedari dahulu peradaban manusia telah berusaha membangun kehidupan yang megah, bukan hanya hari ini saja. Bila hari ini orang mengatakan peradaban manusia canggih, sesungguhnya setiap masa peradaban manusia memberikan yang paling hebat.
“Bahkan, bila membaca Surat Al Kahfi ada kisah Dzulkarnain pada masa berapa ribu tahun lalu, kemampuannya membuat lembah di antara dua gunung untuk membangun satu penahan supaya sekelompok orang yang membuat kerusakan tak menganggu mereka. Bila kita baca benteng itu dibangun dengan cara yang canggih,” katanya.
Editor: Kastolani Marzuki