Pembicaraan pun berlangsung akrab antara MA dengan orang yang menjual tiket tersebut. Tawar menawar pun dimulai. MA hendak membeli paket Yellow seharga Rp995.000.
“Awalnya dia bilang paket Yellow itu tersedia sehingga saya langsung transfer untuk tiga tiket dengan total Rp2,9 juta. Dia pakai Bank BTPN atas nama inisial MRH,” kata MA.
Setelah bukti transfer dikirim via WhatsApp (WA), ternyata orang tersebut menyatakan paket Yellow yang dimaksud tidak ada. Bahkan menawarkan paket lainnya seharga Rp4,3 juta.
MA berkeras untuk membeli paket Yellow. Jika tidak tersedia, MA meminta uangnya kembali. Tapi, pihak penjual tiket malah ingin memotong uang tersebut 10 persen. “Karuan saya nggak mau karena memang paketnya nggak ada. Terlebih ini kan dia pakai akun resmi MotoGP,” kata MA.
Tidak lama berselang, penjual tiket itu menghilangkan gambar pada akun WAnya. Bahkan nomor WAnya pun akhirnya tidak aktif.
Terkait hal ini, MA masih menunggu iktikad baik orang itu. Jika tidak, dia akan melaporkan kasus tersebut ke polisi. MA yang pernah menonton MotoGP di Sepang Malaysia ini menyayangkan hal itu.
Dia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati jika ingin membeli tiket MotoGP. Terlebih, Lombok merupakan daerah yang baru pertama kali menggelar perhelatan balap motor dunia.
Editor: Kastolani Marzuki