Bau Nyale, Tradisi Tangkap Cacing Asal Lombok Tengah untuk Mengenang Putri Mandalika
Mamik akan berkumpul di Bale Saka Pat atau bangunan tradisional yang ditopang oleh empat tiang. Dalam praktiknya, Mepaosan dilaksanakan dengan menyanyikan pupuh atau lagu tradisional.
Dalam prosesi tersebut, terdapat daun sirih, kapur, dan sembilan jenis bunga. Selain itu, disiapkan pula dua gunungan yang terbuat dari buah-buahan dan jajanan khas Suku Sasak.
Dini hari atau beberapa jam sebelum pelaksanaan Bau Nyale, upacara Nede Rahayu Ayuning Jagad akan digelar. Para Mamik dalam prosesi tersebut akan duduk melingkari gunungan jajan dan buah-buahan.
Di sore hari, warga akan berkumpul untuk membuat kemah. Selanjutnya, akan ada pertunjukan kesenian tradisional, seperti Betandak atau berbalas pantun, Bejambik atau pemberian cinderamata kepada kekasih serta Belancaran atau pesiar dengan perahu).
Jika pertunjukan sudah selesai, warga akan mulai menangkap cacing di laut pada malam harinya. Cacing atau Nyale tersebut akan dimasak kemudian disantap di pantai Seger.
Bau Nyale digelar setiap tanggal 20 pada bulan ke-10 menurut kalender tradisional Suku Sasak. Biasanya, tanggal tersebut bertepatan dengan bulan Februari.
Di tahun ini, Bau Nyale dilangsungkan pada tanggal 10-11 Februari 2023. Adapun lokasi pelaksanaan Bau Nyale adalah di Pantai Seger, Kuta, Lombok Tengah.
Editor: Komaruddin Bagja