Aksi Sadistis Kakek 75 Tahun di Lombok Tengah, Tebas Leher Remaja dengan Parang
Dia lalu bertanya dan sempat dijawab RS. "Saya ini Papuk (kakek)," kata Sribagio menirukan perkataan RS kepada pelaku.
Namun entah mengapa, AM langsung menyerang mereka dengan parang. Saat itu, EP yang ada dekat AMM menjadi sasaran dan tak sempat menghindar. Goloknya mengenai leher bagian belakang hingga luka robek. Melihat hal itu, tiga kawan EP langsung lari kocar-kacir dan berteriak minta tolong.
Warga yang mendengar teriakan minta tolong berhamburan ke lokasi untuk melihat yang terjadi. Korban EP meski terluka berhasil menyelamatkan diri.
"Berdasarkan keterangan saksi, korban dan ketiga teman lainnya tidak pernah punya masalah dengan pelaku," kata Sribagio.
Informasi dari masyarakat, pelaku sering menyendiri dan jarang berkomunikasi dengan warga lainnya. Dia tinggal sendiri di tengah sawah dalam gubuk kecil.
Keluarga korban sudah melaporkan peristiwa penganiayaan tersebut ke polisi yang langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa sebilah parang dan senter. Polisi juga sudah olah TKP dan meminta keterangan tiga saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Sementara korban dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan. (Edy Gustan)
Editor: Donald Karouw