Wow, Kualitas Garam Produksi Kepulauan Tanimbar Jadi yang Terbaik di Indonesia
Ditambah lagi, untuk proses penjemuran air laut di tambak garam itu dilakukan secara alami yakni membutuhkan waktu 14 hari.
Sebagai informasi, tambak garam di Desa Eliasa ini sudah berproduksi semenjak tahun 2018. Selama berproduksi hingga tahun 2019 kemarin, warga telah berhasil memasok garam ke desa-desa sekitar dan menembus pasar lokal.
"Garam ini juga sangat membantu para nelayan tangkap di Saumlaki," kata Yunus.
Meskipun kualitas garam di Desa Eliasa Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar ini terbilang tinggi, namun produksinya sempat terhenti tahun ini. Hal ini karena fasilitas tambak sudah rusak dan perlu diperbaiki.
"Saat ini, Dinas Perikanan belum memiliki anggaran untuk perbaikan tambak garam di Eliasa. Meskipun demikian, kami akan terus berupaya meminta bantuan dari kementerian agar bisa dikembangkan," katanya.
Editor: Umaya Khusniah