Tak Ada Guru, Serka La Adam Bantu Mengajar Puluhan Anak Putus Sekolah
Serka La Adam, anggota Koramil 1502-10/Werinama ini mengatakan, aksinya itu merupakan bentuk panggilan jiwa karena prihatin terhadap masa depan anak-anak di Desa Funannayaba.
“Saya sadar bahwa secara kemampuan, sebagai anggota TNI, kita tidak diberikan kemampuan mengajar, sebagaimana yang dimiliki para guru,” ujarnya.
“Namun, demi melihat mereka (anak-anak), terbayang dalam pikiran saya, seperti apa nasib dan masa depan mereka. Saya ingin mereka punya masa depan yang lebih baik dibanding orang tuanya,” imbuhnya.
Pengalamannya selama 23 tahun berdinas sebagai anggota TNI AD, membuat ayah dari tiga anak ini, membulatkan tekad mengajar anak-anak sekolah dengan segala kemampuan yang dimilikinya dengan menggunakan buku petunjuk yang sangat hanya terbatas.
“Itu pun jumlahnya hanya terbatas, buku (petunjuk) Matematika hanya ada dua dan tentang Sains untuk kelas 3. Saat mengajar pun harus pelan-pelan (sabar), supaya dapat dimengerti oleh mereka,” ujar pria Suku Buton yang lahir di Dusun Waitibu, Maluku Tengah, 45 tahun lalu itu.
Baginya, jabatan selaku Babinsa merupakan pengabdian lanjutan tanpa batas. “Sebagai Babinsa, membantu warga sekitar adalah suatu kehormatan, kebahagiaan dan keceriaan mereka menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya,” ujar La Adam.
La Adam hanya lulusan SMA, karena keterbatasan saat itu dirinya mendaftar jadi anggota TNI AD menggunakan ijazah SMP.
Editor: Kastolani Marzuki