Suku Buton: Asal Usul, Bahasa hingga Kasta
2. Qunua, yaitu ritual keagamaan yang dilakukan masyarakat Buton pada 16 malam bulan Ramadhan.
3. Tuturangiana Andaala yaitu Ritual kesyukuran masyarakat Buton yang berada di Pulau Makasar (liwuto) kepada Allah SWT, atas keluasan rezeki yang terhampar luas di sektor kelautan
4. Mataa, yaitu ritual adat yang digelar masyarakat Buton etnik cia-cia di desa Laporo yang merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil panen yang diperoleh.
5. Karia, yaitu pesta adat masyarakat Buton yang berada di Kaledupa untuk menyambut anak-anak yang sedang beranjak dewasa. Pesta Rakyat ini diiringi dengan tarian-tarian yang dilakukan oleh pemangku adat, bersama orang tua kemudian memanjatkan doa bersama anak-anak mereka yang bertujuan untuk membekali anak-anak mereka dengan nilai-nilai moral dan spiritual.
Posuo (pingit) yaitu pesta adat masyarakat Buton yang ditujukan pada kaum perempuan yang memasuki usia remaja sekaligus menyiapkan diri untuk berumah tangga.
6. Kemudian, Kabuenga, Haroa, Sambura’e dan masih banyak lainnya.
Suku Buton terkenal dengan peradabannya yang tinggi dan hingga saat ini peninggalannya masih dapat dilihat di wilayah-wilayah Kesultanan Buton, seperti Benteng Keraton Buton yang merupakan benteng terbesar di dunia, Istana Malige yang merupakan rumah adat tradisional Buton yang berdiri kokoh setinggi empat tingkat tanpa menggunakan sebatang paku pun, mata uang Kesultanan Buton yang bernama Kampua, dan masih banyak lagi.
Editor: Kurnia Illahi