Mengenal Rumah Baileo, Dahulu Dibangun di Atas Fondasi Berisi Tengkorak Manusia
Bangunan bersejarah ini dijadikan warisan budaya sekaligus identitas masyarakat Maluku. Baileo memiliki peranan penting dalam keberlangsungan hidup masyarakat Maluku karena Baileo merupakan bangunan adat yang sering digunakan sebagai tempat menyimpan benda-benda suci, tempat diadakannya upacara adat, dan tempat pertemuan masyarakat.
Pada zaman dahulu, rumah Baileo berfungsi sebagai kediaman raja atau kepala desa dan tempat peribadatan suku Huaulu. Dalam pembangunan rumah adat Baileo, serangkaian ritual harus dilakukan.
Rumah Baileo dibangun di atas fondasi yang berisi tengkorak manusia. Tengkorak ini berasal dari musuh suku Huaulu. Saat ini ritual penggunaan tengkorak manusia sudah dihapuskan oleh suku Huaulu.
Rumah adat Baileo menampilkan suatu bentuk ornamen atau hiasan yang berkaitan dengan adat istiadat dan kehidupan sehari-hari masyarakat Maluku. Bangunan Baileo dibangun dari bahan yang kokoh dan dilengkapi dengan dekorasi khas Maluku.
Bangunan Rumah
Lantai Rumah
Ragam ukiran dan ornamen rumah
Batu pamali di depan rumah
Penyangga rumah
Bagian ruang rumah
Rumah adat Baileo tidak memiliki tembok karena diyakini ruh leluhur dapat dengan leluasa keluar masuk Baileo. Selain itu, bentuk rumah juga disertai panggung menandakan jiwa leluhur mempunyai kedudukan dan status yang tinggi dalam dibandingkan dengan masyarakat.