Khutbah Idul Adha Singkat: Berkurban untuk Meraih Kebahagiaan Hakiki
Namun demi memperoleh ridla Allah dan mendapatkan kebahagiaan yang hakiki, seorang ayah dan anak itu tunduk dan patuh.
Begitulah tentang kisah seorang ayah dan anak, yang amat mengharukan yang tentunya dapat dijadikan tauladan bagi umat manusia tentang bagaimana mentaati perintah Allah demi memperoleh ridla-Nya. Memang biasanya manusia akan diuji dengan apa yang paling ia cintai dalam hidupnya.
Jika bukan karena iman yang tangguh yang dimiliki oleh Ibrahim dan Ismail maka tentu sangat sulit nurani Ibrahim sebagai seorang ayah mengorbankan putra tercintanya, begitu pun Ismail tidak bersedia mempertaruhkan nyawanya. Namun karena ini adalah perintah Allah dan mereka ingin mendapatkan ridla-Nya maka perintah tersebut dilaksanakannya.
Allahu Akbar 3x Walilahil hamd
Ma'asyira/ muslimin wal muslimat rahimakumullah
Makna "Qurban" berasal dari bahasa Arab dari akar kata qaraba-yaqrabu-qurban, artinya dekat/pendekatan. Maka melakukan qurban adalah melakukan sesuatu yang mendekatkan diri kepada Allah Swt., yakni mendekatkan diri kepada tujuan hidup untuk mencapai mardlatillah.
Ali Syariati mengatakan dalam bukunya "AI-Hajj'', bahwa lsma'il adalah sekedar simbol dari segala yang dimiliki dan dicintai manusia dalam hidup ini. "lsma'il"-nya Nabi Ibrahim adalah putranya sendiri dan setiap orang memiliki "isma'il" yang identik dengan harta, jabatan, dan materi yang berlimpah.
Kecintaan kepada 11 1sma'il" itulah yang kerap membuat iman seseorang goyah atau lemah untuk mendengar dan melaksanakan perintah Allah. Kecintaan kepada anak yang berlebihan juga akan membuat seseorang menjadi egois, mementingkan diri sendiri, dan serakah tidak mengenal batas kemanusiaan.
Pelajaran yang sangat berharga adalah dengan melihat keteladanan pengorbanan yang telah ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim as. Apa pun yang kita cintai, jangan sampai membuat kita lupa akan tujuan hidup yang hakiki, yaitu memperoleh ridla Allah, karena dalam ridla-Nya lah kita akan memperoleh kebahagiaan sejati. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu tunduk, patuh dalam menjalankan syariat dan tuntunan-Nya.
Editor: Kastolani Marzuki