Kerajaan Tidore, Sejarah dan Masa Keemasan Kerajaan Bercorak Islam Terbesar di Maluku
Sekarang dibekas fondasi kedaton sudah dibangun kedaton baru bertingkat dan permanen, beratap genteng asbes cetakan ukuran 1 meter x 1 meter warna biru. bangunan tidak sesuai dengan aslinya yang dahulu terbuat dari kayu dan didekatnya dibangun bangunan baru sekretariat kesultanan.
- Masjid Sultan Tidore
Masjid ini didirikan pada tahun 1712 M oleh Sultan Muhammad Tahir (Sultan ke 28). Pada awalnya masjid ini menggunakan atap dari alang-alang dan kemudian diganti dengan campuran daun rumbia dan biasa disebut atap belang. Kemudian atap rumbia setiap 25 tahun sekali, selanjutnya karena berjalannya waktu atap rumbia diganti dengan seng sampai sekarang.
Masjid pada saat sekarang sedang dalam perbaikan bagian atapnya, namun 4 buah tiang utama (soko guru), pintu, jendela kayu dan dinding yang terbuat dari pasangan susunan batu dengan memakai spesi berikut ventilasinya tidak dirubah dan diganti, demikian pula bagian teras masjid yang diberi pagar setinggi 50 cm dan teras terbuka ini didukung 8 buah tiang bulat.
- Benteng Torre dan Tahula
Benteng Torre di bangun tahun 1578 oleh Portugis atas perintah Sancho de Vasconcellos yang mendapat ijin dari Sultan Gapi Baguna tanggal 6 Januari 1578. Nama benteng “Torre” kemungkinan berhubungan dengan nama Kapten Portugis pada saat itu yaitu Hernando De La Torre.
Selain Benteng Torre, terdapat juga Benteng Tahula yang dibangun oleh Bangsa Spanyol yang kemudian pembangunan dilanjutkan oleh Bangsa Portugis. Kepemilikan Spanyol atas benteng ini hingga tahun 1662. Benteng Tehoela terletak di atas bukit karang curam dengan ketinggian 35 meter dan menghadap ke lautan. Benteng ini berada di Jalan Sultan Saifudin 2, Kelurahan Soasio, Kecamatan Tidore, Kota Tidore Kepulauan. Selain disebut sebagai Benteng Tahula, terdapat penyebutan lain yaitu Tahula.
Itulah sejarah Kerajaan Tidore yang merupakan kerajaan bercorak Islam terbesar di Indonesia dan ternyata masih berhubungan dengan Kerajaan Ternate.
Editor: Donald Karouw