Kerajaan Tidore, Sejarah dan Masa Keemasan Kerajaan Bercorak Islam Terbesar di Maluku
Sepeninggal Sultan Jamaluddin, Kesultanan Tidore dipimpin oleh Sultan Al Mansur (1512-1526). Kala itu, pengaruh asing mulai masuk ke Maluku Utara, termasuk Tidore. Tidore kedatangan bangsa Spanyol yang diterima dengan baik.
Masa Kejayaan Kerajaan Tidore
Sultan Nuku merupakan salah satu Raja Tidore yang berhasil membawa Kerajaan Tidore menuju puncak kejayaan (1797-1805 M). Pada saat periode ini wilayah kekuasaan melebar dan berkembang ke sebagian besar Pulau Halmahera, Pulau Buru, Pulau Seram dan kawasan Papua bagian barat.
Dengan struktur pemerintahan yang teratur, Kerajaan Tidore memiliki kehidupan politik yang mapan. Selain itu, Sultan Nuku dikenal paling gigih dan sukses melawan Belanda. Selama bertahun-tahun, ia berusaha mengusir para penjajah dari seluruh Kepulauan Maluku. Bahkan Sultan Nuku berhasil menyatukan Tidore dengan Ternate untuk mengalahkan Belanda.
Serangkaian perjuangan rakyat Maluku pun membuahkan hasil, ditandai dengan menyerahnya Belanda pada 21 Juni 1801 M. Dengan begitu, wilayah Ternate, Tidore, Bacan dan Jailolo kembali merdeka dari kekuasaan asing.
- Istana Kerajaan Tidore (Kadato Kie)
Istana Kerajaan Tidore atau Kadato Kie atau sering disebut Kedaton dibangun pada abad ke 15. Kedaton Sultan Tidore tinggal puing-puingnya saja dan beberapa bagian dinding benteng sudah dipugar.