Kenapa Maluku Dijuluki The Spice Island ? Begini Cerita Sejarah di Masa Lampau
Kerajaan-kerajaan maritim di Nusantara seperti Sriwijaya dan Majapahit ketika itu menghidupkan jalur dagang Ternate, Hitu, Jawa Timur dan China. Dari situlah para pedagang China dan India mengetahui Maluku terlibat dalam perdagangan di Asia Tenggara.
Sebelum kedatangan bangsa Barat, kegiatan perdagangan di wilayah kepulauan Nusantara telah berkembang menjadi wilayah perdagangan internasional melalui 'Jalur Sutra'. Kepulauan Maluku dikenal para pedagang Arab, Eropa dan Timur Tengah dari hasil alamnya berupa rempah-rempah.
Dalam sejarah raja-raja Ming sekitar abad XVI sampai dengan 1644, tercatat Maluku satu-satunya negara timur yang menghasilkan cengkih dan pala. Hal ini didukung berita Romawi tentang cengkih yang disebut garyophyllon merupakan tumbuhan sakti, namun dikatakan berasal dari India.
Rempah-rempah ini bernilai tinggi, buah dan biji pala menjadi suatu komoditi perdagangan yang penting bagi Romawi. Melihat mahalnya harga rempah-rempah saat itu, pelaut Eropa berlayar ke Nusantara.
Salah satunya Christoper Columbus yang menuju ke barat yang merupakan jalan menuju ke ‘The Island of Spices’ (Pulau Rempah-rempah) atau kepulauan Maluku. Namun pada akhirnya Christoper Columbus justru menemukan benua baru yang bernama Amerika. Kemudian penjelajah asal Portugis, Vasco Da Gama mencapai India dan Maluku karena mencari rempah-rempah.