Datangkan Mesin Kapasitas 2 MW, PLN Kini Aliri 3 Desa di Maluku Tenggara
Dia menjelaskan, penambahan keempat mesin tersebut menjadikan sistem kelistrikan di Pulau Kei Besar (Sistem Elat) kini mampu beroperasi 24 jam. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kegiatan ekonomi masyarakat di Pulau Kei Besar.
"Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga aset kelistrikan yang ada di Pulau Kei Besar ini", ujar Alexander.
PT PLN juga mengucapkan apresiasi kepada bupati Maluku Tenggara, DPRD Maluku Tenggara dan seluruh stakeholder yang selalu membantu dan memberikan dukungan demi kelancaran proses dari awal perencanaan hingga tahap penyalaan listrik tiga desa ini.
"Meskipun di tengah masa pandemi Covid-19 ini, tidak menyurutkan semangat kami untuk terus menerangi negeri, termasuk di Pulau Kei Besar ini. Kami berharap listrik PLN yang kini dapat dinikmati oleh masyarakat dapat dimanfaatkan dengan baik", katanya.
Sebagai informasi, Panjang Jaringan Tegangan Menengah (JTM) di sistem Elat sendiri yakni sepanjang 101,65 kms dengan panjang Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 53,78 kms dan gardu distribusi sebanyak 59 buah.
Adanya penambahan cadangan daya sebesar 1,12 MW tersebut ,digunakan untuk menerangi 25 desa di Pulau Kei Besar yang belum berlistrik PLN. Total ada 1.407 calon pelanggan, dimana sebelumnya masyarakat di desa tersebut menggunakan genset pribadi untuk penerangan sehari-hari.
Sementara itu, Bupati Maluku Tenggara, Thaher Hanubun menyampaikan apresiasi atas upaya PLN mendatangkan mesin dengan kapasitas 2 MW. "Kesempatan ini saya juga tegaskan, semua rumah tidak ada yang tidak pasang listrik, biaya penyambungannya akan dibayarkan kepala kesa" ujarnya.
Editor: Umaya Khusniah