5 Bahasa Daerah di Maluku Ini Ternyata Sudah Punah, Tak Ada Lagi Penuturnya
Dia menjelaskan, menurut Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) bahasa dengan jumlah penutur di bawah satu juta dikategorikan sudah punah.
Jika dinilai berdasarkan standar tersebut, dia menyebut bahasa-bahasa daerah di wilayah Provinsi Maluku yang penduduknya kurang dari 2 juta sebagian besar bisa masuk kategori punah.
"Dianggap punah karena terbatas jumlah penutur. Bahasa Melayu Ambon saat ini mencapai 1 juta penutur, hal ini menyebabkan bahasa daerah lainnya hampir punah," ujarnya.
Sahril mengemukakan, saat ini bahasa Indonesia dan Melayu Ambon lebih banyak digunakan dalam komunikasi sehari-hari dibandingkan bahasa-bahasa asli daerah Maluku.
"Di dalam keluarga sendiri, orang bahasanya bercampur-campur, yakni bahasa Melayu Ambon dan bahasa daerah. Ini menjadi kendala, ancaman, mengapa bahasa daerah sulit berkembang dan lama kelamaan habis penutur dan punah," ucapnya.