Terungkap, Pembunuh Polisi di Lampung yang Kabur Buat Sketsa Lapas di Kertas Nasi
Keesokan harinya, lanjut dia AEA mulai melakukan rencananya. Pertama-tama dengan cara mencongkel teralis kamar menggunakan paku dan sabun.
"Kemudian di tanggal 11 Mei 2024 sekira pukul 11.30 WIB, dia mulai mencongkel jendela ventilasi kamar mandi menggunakan paku dan sabun mandi," ucapnya.
Dia menuturkan, pada 16 Mei 2024 pukul 11.30 WIB, AEA bersama rekan sekamarnya mengumpulkan kain sarung kemudian dirobek dan dirangkai untuk dijadikan alat melarikan diri. Sarung tersebut disimpan di bawah lemari lalu pada 18 Mei 2024 pukul 11.00 WIB, ventilasi kamar berhasil di lepas.
Menurutnya. pada Senin (20/5/2024) pukul 01.30 WIB, AEA melakukan aksinya melarikan diri.
"Dia bersama rekannya menggunakan pintu lemari untuk dijadikan pijakan kaki naik ke ventilasi kamar mandi, kemudian setelah berhasil keluar keduanya menuju samping gedung poliklinik selanjutnya naik ke tembok pagar beton menggunakan sarung yang sudah dirangkai untuk keluar pagar lapas. Namun temannya ini tidak ikut," katanya.