Mengenal Aksara Lampung, Sejarah dan Awal Mula Penggunaannya
Bahkan pada zaman penjajahan Belanda, aksara Lampung digunakan untuk menulis surat-surat resmi, seperti Surat Keputusan Pengangkatan Kepala Kampung, surat keterangan kelahiran dan kematian, serta surat-surat resmi lainnya. Hal ini tidak terlepas dari tingginya angka melek huruf suku Lampung saat itu.
Saat ini, penggunaan aksara Lampung bisa dijumpai pada lambang kabupaten/kota/provinsi, pelang nama jalan, pelat nomor rumah, dekorasi rumah, surat undangan pesta adat hingga usaha ekonomi kreatif.
Semua sekolah di Provinsi Lampung juga wajib mengajarkannya dalam muatan lokal bahasa dan aksara Lampung, namun dengan penggunaan yang terbatas. Ke depannya, aksara Lampung diharapkan bisa digunakan di media elektronik seperti ponsel cerdas dan komputer jinjing/meja.
Sementara itu, Pemprov Lampung akan terus berupaya menjaga dan melestarikan budaya berupa aksara Lampung. Karena itu, dalam waktu dekat ini, pemprov mengadakan sosialisasi kepada seluruh kabupaten/kota untuk kembali membangkitkan aksara Lampung yang mulai tersisihkan.
"Sosialisasi melibatkan seluruh kabupaten/kota dan para guru," kata Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Lampung Ellya Muchtar belum lama ini.
Editor: Donald Karouw