Mengenal Aksara Lampung, Sejarah dan Awal Mula Penggunaannya
Selain sebagai sarana komunikasi, aksara Lampung juga digunakan dalam pergaulan muda-mudi Lampung. Pemuda dan pemudi Lampung tidak bisa bergaul secara bebas karena pertemuan mereka diatur secara adat.
Adat yang mengatur pertemuan mereka disebut Manjau Muli. Dalam aturan adat ini, ada sebuah acara muda-mudi Lampung bisa bersua ria di tempat orang yang sedang mengadakan upacara adat.
Acara ini dinamakan Miyos Damau, yang biasa diikuti secara beramai-ramai oleh muda-mudi Lampung. Dalam acara ini, para bujang dan gadis dapat saling bercakap-cakap, sindir menyindir dan bersurat-suratan. Tidak jarang pula acara ini menjadi arena untuk saling menguji kepandaian bersastra, baik secara lisan maupun secara tertulis.
Acara ini menjadi sangat menarik ketika mereka saling adu kepandaian menulis dan membaca aksara Lampung. Bahkan ada beberapa cara menulis aksara Lampung yang harus dikuasai para bujang dan gadis agar tidak menanggung malu dalam acara istimewa tersebut.
Dalam dunia kesastraan Lampung, aksara Lampung juga digunakan untuk menulis mantra, hukum adat dan surat-surat penting seperti surat jual beli dan surat perjanjian.