Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Buru Rusa Sambar Pakai Senapan Rakitan, 5 Warga Tanggamus Berakhir di Penjara
Advertisement . Scroll to see content

Kunjungi Ponpes Wali Songo di Lampung Utara, Ketua DPD: Pondok Pesantren Prototype Civil Society

Jumat, 12 Maret 2021 - 14:42:00 WIB
Kunjungi Ponpes Wali Songo di Lampung Utara, Ketua DPD: Pondok Pesantren Prototype Civil Society
Ketua DPD AA La Nyalla Mahmud Mattalitti bersilaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Songo di Abung Selatan, Lampung Utara. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

LAMPUNG UTARA, iNews.id - Ketua DPD AA La Nyalla Mahmud Mattalitti bersilaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Songo di Abung Selatan, Lampung Utara. Dalam kunjungannya itu, La Nyalla mengatakan pondok pesantren merupakan prototype dari masyarakat madani. 

“Pondok Pesantren prototype dari masyarakat madani atau civil society. Sebab, sejak dulu, pondok selalu bercirikan mandiri, menjadi solusi bagi masyarakat sekitar serta memberi kontribusi bagi bangsa dan negara ini,” kata La Nyalla dalam pidatonya, Jumat (12/3/2021) siang.  

Ketua DPD AA La Nyalla Mahmud Mattalitti bersilaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Songo di Abung Selatan, Lampung Utara. (Foto: Istimewa)
Ketua DPD AA La Nyalla Mahmud Mattalitti bersilaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Songo di Abung Selatan, Lampung Utara. (Foto: Istimewa)

La Nyalla mengatakan, di zaman sebelum kemerdekaan, ponpes sudah menjadi institusi civil society. Saat itu, ponpes tidak hidup dari dana atau santunan yang diberikan oleh penjajah Belanda. Namun, para santri bisa hidup mandiri dari bercocok tanam dan semangat gotong royong bersama masyarakat sekitar. 

“Pondok juga jadi solusi bagi masyarakat sekitar. Ada yang sakit, minta doa ke kiai. Ada yang tidak punya beras, datang ke pondok. Ada yang punya masalah, minta nasehat kiai, dan seterusnya,” kata Senator yang kerap dijuluki Mr Tahajud Call itu. 

Menurut La Nyalla, ini artinya pondok benar-benar menjadi institusi masyarakat madani. Karena itu, peran ulama dan kiai-kiai pengasuh pondok pesantren saat itu juga tidak bisa dihapus dari sejarah kemerdekaan Indonesia. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut