Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,2 Juta Batang Rokok Ilegal dari Jawa ke Sumatera
Advertisement . Scroll to see content

Imbau Warga Tak Tes Swab Sendiri, IDI Bandarlampung: Bisa Bikin Lecet sampai Pendarahan

Senin, 02 Agustus 2021 - 07:34:00 WIB
Imbau Warga Tak Tes Swab Sendiri, IDI Bandarlampung: Bisa Bikin Lecet sampai Pendarahan
Petugas sedang melaksanakan swab antigen (Foto : Dok Humas Pemkab Sleman)
Advertisement . Scroll to see content

BANDARLAMPUNG, iNews.id - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bandarlampung mengimbau masyarakat tidak melakukan tes antigen sendiri guna mengetahui apakah mereka positif atau negatif Covid-19. Hal itu bisa membahayakan jika tidak berhati-hati.

"Saya tidak menganjurkan warga melakukan rapid tes antigen sendiri, karena hal itu sangat berbahaya bila tidak hati-hati," kata Ketua IDI Cabang Bandarlampung, Aditya M Biomed, Minggu (1/8/2021),.

Menurutnya, bila ingin melakukan tes antigen sebaiknya dilakukan oleh orang yang ahli di bidangnya. Alasannya, tulang hidung merupakan tulang rawan dan di dalamnya banyak saraf arteri. Apabila tidak hati-hati melakukannya dapat menimbulkan pendarahan.

"Tulang hidung itu tulang rawan kalau dicolok-colok sama yang bukan ahlinya apalagi kualitas swabnya jelek atau keras bisa bikin lecet dan efeknya akan terjadi pendarahan," kata dia.

Kemudian, lanjut dia, yang paling penting, siapa yang akan menginterpretasikan bahwa hasil swab sendiri positif Covid-19 atau negatif. Bahkan dalam alat tes antigen itu juga terdapat indikasi positif dan negatif serta invalid.

"Jadi memang menggunakan rapid test tidak semudah yang dilihat sebab hal itu ada waktunya, tidak bisa langsung diteteskan, lalu membaca hasilnya. Memang yang melakukan harus mereka yang terlatih kalau masyarakat umum kan memang bukan bidangnya," katanya.

Dia pun menjelaskan bahwa pemeriksaan rapid test antigen merupakan penunjang guna dilanjutkan ke tes polymerase chain reaction (PCR). Namun hal tersebut dilakukan bagi kontak erat dan orang yang memiliki gejala Covid-19.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut