Cerita Rakyat Lampung Batu Kepampang, Tempat Eksekusi Pelaku Kejahatan Dipenggal
Usai peristiwa pemalakan tersebut, warga yang menjadi korban kejahatan berteriak meminta tolong. Para warga menghampirinya dan melaporkan kejadian itu kepada Raja. Hal ini membuat Raja semakin geram dan resah.
Namun bukan Raja namanya jika tidak mencari solusi untuk kejadian tersebut. Sebagai Raja yang bijaksana, dia memanggil para pejabat kerajaan untuk berunding terkait masalah perampokan yang beberapa hari ini meresahkan para warga.
Setelah perundingan, mereka memutuskan untuk memenggal siapa pun yang tertangkap melakukan tindak kejahatan. Nah, tempat yang akan digunakan untuk memenggal pelaku kejahatan itu yakni Batu Kepampang alias batu bercabang.
Beberapa hari setelah peraturan itu diberlakukan, prajurit kerajaan menangkap perampok yang selama ini meresahkan warga.
Melihat hal itu, Raja pun langsung mengutus para prajuritnya untuk memenggal kepala para perampok di Batu Kepampang. Sejak saat itu, warga kembali tenang karena tak ada satu pun orang yang berani melakukan tindakan kejahatan.
Nah itulah tadi Cerita Rakyat Lampung tentang Batu Kepampang. Rupanya di dalam kisah ini terdapat fakta menarik yang konon katanya, Batu Kepampang ini telah ada sejak Lampung dipimpin Kerajaan Sekala Brak. Kabarnya orang-orang menggunakan batu itu untuk mengeksekusi para pemuda tampan dan pemudi cantik sebagai tumbal untuk para dewa.
Dari cerita rakyat Lampung tentang Batu Kepampang ini pula bisa mengambil pesan bahwasannya sebuah kejahatan yang merugikan orang lain pantas untuk dihukum dengan setimpal. Semoga cerita rakyat Lampung tentang Batu Kepampang ini bisa menambah wawasan.
Editor: Donald Karouw