Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Pulau Puah Sulteng, Terasa Kuat di Luwuk hingga Taliabu
Advertisement . Scroll to see content

16 Jam Berenang di Selat Sunda, Ini Pengakuan Nelayan Selamat Tsunami

Selasa, 25 Desember 2018 - 15:39:00 WIB
16 Jam Berenang di Selat Sunda, Ini Pengakuan Nelayan Selamat Tsunami
Iyan, seorang nelayan yang mengaku berenang dari jam 8 malam sampai jam 12 siang dari Gunung Anak Krakatau hingga ke Pulau Sabesi. (Foto: Istimewa).
Advertisement . Scroll to see content

"Berenang dari jam 8 malam sampai jam 12 siang besoknya," ujar dia.

Iyan ketika itu bersama dengan belasan nelayan lainnya. Namun, dari kaki Gunung Anak Krakatau, hanya dia dan Ican yang berhasil selamat. Dia mengatakan, ada 12 orang lainnya bersama mereka yang selamat.

Berbeda dengan Iyan, ketika peristiwa itu terjadi seorang rekannya Fuji sedang berada di perairan laut tersebut. Dia tengah menangkap ikan, kemudian dikejutkan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Semburan api (lava pijar) menyebar, dan Gunung Anak Krakatau kayak pecah," kata Fuji.

Tidak lama setelah itu, munculah gelombang air kira-kira setinggi 12 meter dari permukaan laut. Kapal perahu yang ditumpanginya langsung terhempas dan hancur. Beruntung Fuji selamat dari terjangan ombak.

"Itu (kilatan cahaya) berasal dari gunung (erupsi)," ujar dia.

Baik Fuji, Iyan dan Ican kini berada di sebuah Dermaga Pulau Sabesi, Kabupaten Lampung Selatan. Rekaman video mereka pun viral di media sosial. Ketiganya disebut sebagai saksi hidup dari bencana erupsi yang menyebabkan tsunami di Banten dan Lampung itu.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut