Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Pulau Puah Sulteng, Terasa Kuat di Luwuk hingga Taliabu
Advertisement . Scroll to see content

16 Jam Berenang di Selat Sunda, Ini Pengakuan Nelayan Selamat Tsunami

Selasa, 25 Desember 2018 - 15:39:00 WIB
16 Jam Berenang di Selat Sunda, Ini Pengakuan Nelayan Selamat Tsunami
Iyan, seorang nelayan yang mengaku berenang dari jam 8 malam sampai jam 12 siang dari Gunung Anak Krakatau hingga ke Pulau Sabesi. (Foto: Istimewa).
Advertisement . Scroll to see content

PANDEGLANG, iNews.id - Iyan (32) satu dari tiga nelayan yang selamat dari tsunami Selat Sunda. Bukan hanya itu, dia juga sedang berada di kaki Gunung Anak Krakatau saat terjadi erupsi di sana.

Pengakuan Ican ini direkam oleh seorang warga di kawasan Dermaga Pulau Sabesi, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Dia bersama dua rekannya sesama nelayan yang selamat dari bencana, Fuji (28) dan Ican (48).

Kronologinya, kata Iyan, terjadi sekitar pukul 08.00 WIB, ketika Gunung Anak Krakatau erupsi. Dia melihat sendiri bagaimana gunung tersebut tampak terbelah menjadi dua, kemudian material bebatuan gunung jatuh ke laut.

"Krakatau (Anak Gunung Krakatau) terbelah dua, sebagian pecahannya jatuh ke laut," kata Iyan dalam rekaman tersebut, Selasa (25/12/2018).

Saat melihat itu, dia langsung terjun ke laut dan berenang di perairan Selat Sunda. Iyan sempat terombang-ambing gelombang laut, dan berusaha berenang kurang lebih selama 16 jam.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut