BJ yang berpotensi duduk di kursi DPRD Kepri berdasarkan hasil rekapitulasi suara pada Pemilu Legislatif 2019 mengklarifikasi pernyataannya, baik melalui media massa maupun media sosial.
Menurutnya, tuduhan rasis kepada dirinya karena menyebutkan sesama suku Tionghoa harus saling membantu itu adalah kesalahpahaman. Pernyataan itu, menurutnya, untuk memotivasi masyarakat turut melestarikan budaya lomba perahu naga di Pelantar II yang sudah menjadi tradisi tetap lestari.
"Oleh karena itulah guna memilih wakil rakyat dari etnis Tionghoa supaya bisa membantu memperjuangkan aspirasi masyarakat salah satunya melestarikan budaya yang sudah dilaksanakan sejak lama supaya tetap terus dilaksanakan tiap tahun. Jadi, tidak ada sedikitpun niat saya untuk rasis seperti di postingan itu," katanya.
Namun BJ tetap menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat luas yang merasa tidak nyaman dengan sebutan di video tersebut.
"Sebagai manusia biasa saya tentu tidak terlepas dari kesalahan dan kekhilafan. Karena jujur dari hati paling dalam, saya tidak bermaksud untuk mendiskreditkan pihak mana pun. Saya tahu betul semua ras di Tanjungpinang merupakan saudara saya yang sudah saling kenal sejak kecil," ujar mantan Ketua DPRD Tanjungpinang tersebut.
Editor: Donald Karouw