Suku dengan Tradisi yang Ekstrem, Berburu Kepala Manusia hingga Potong Jari
Pataheri merupakan ritual meresmikan kedewasaan seorang laki-laki. Tradisi yang awalnya telah hilang di awal 1900-an ini kembali berlanjut hingga 1940-an. Namun, saat ini tradisi ekstrem tersebut tidak terdengar lagi.
Ritual Pataheri yang masih dilakukan hingga saat ini, persembahannya diganti dengan burung kuskus.
Memiliki tradisi Makare-kare, berasal dari Desa Tenganan, Karangasem, Bali. Dalam tradisi ini, laki-laki dari desa akan melakukan pertunjukkan perang dengan menggunakan daun pandan berduri sebagai senjata serta perisai rotan untuk menangkis serangan lawan.
Tradisi perang pandan ini merupakan bagian dari ritual pemujaan masyarakat Tenganan kepada Dewa Indra. Setelah selesai ritual ini, semua luka yang dialami peserta akan diobati dengan ramuan tradisional berbahan kunyit yang dipercaya ampuh menyembuhkan luka dengan cepat.
Dilansir dari laman Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, tradisi pasola berasal dari sola atau hola yang berarti kayu lembing. Pasola merupakan tradisi perang adat antardua kelompok penunggang kuda yang saling berhadapan dan saling menyerang menggunakan lembing kayu.