Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Momen Tradisi Riyayan di Grahadi, Warga Jatim Antre Salaman dengan Khofifah
Advertisement . Scroll to see content

Suku dengan Tradisi yang Ekstrem, Berburu Kepala Manusia hingga Potong Jari

Jumat, 02 September 2022 - 18:40:00 WIB
Suku dengan Tradisi yang Ekstrem, Berburu Kepala Manusia hingga Potong Jari
Suku dengan tradisi yang ekstrem telah ada sejak zaman dahulu di Tanah Air, salah satunya suku dayak. (Foto: pro.kutaitimur.go.id)..
Advertisement . Scroll to see content

Tradisi mengerikan tersebut mulai ditinggalkan beberapa Suku Dayak pada 1874. Saat itu, Damang Batu, Kepala Suku Dayak Kahayan mengumpulkan sub-sub Suku Dayak untuk mengadakan musyawarah yang diberi nama Tumbang Anoi.

Isi musyawarah itu merupakan perjanjian untuk mengakhiri tradisi Ngayau karena dianggap menimbulkan perselisihan di antara Suku Dayak. Namun, pada 2001 ketika terjadi bentrokan di Sampit antara Suku Dayak dengan Suku Madura yang merupakan pendatang, tradisi mengerikan ini kembali dilakukan.

Hasilnya ratusan korban berupa tubuh tanpa kepala berjatuhan akibat perburuan yang tiada henti. Praktik tersebut tidak meluas dan berlanjut, sehingga hanya pada konteks perselisihan kedua suku tersebut saja. Kini tradisi tersebut sudah punah dan tidak dilakukan lagi.

2. Suku Dani

Tradisi potong jari atau Iki Palek ternyata memiliki makna mendalam. Bagi masyarakat Suku Dani, potong jari dilakukan untuk menunjukkan kesedihan yang mendalam ketika ada anggota keluarga yang meninggal. 

Jari bagi masyarakat Suku Dani merupakan simbol dari keturunan, persatuan dan kekuatan baik dalam diri manusia maupun keluarga. Jumlah jari yang dipotong menandakan jumlah anggota keluarga yang meninggal. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut