SAMARINDA, iNews.id – Polresta Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) masih menyelidiki kasus penemuan mayat balita tanpa kepala dan tangan di aliran air di Jalan Pangeran Antasari 2 Samarinda, Minggu (8/12/2019) lalu. Polisi menduga ada unsur kelalaian pihak Yayasan Jannatul Athfaal dalam kasus tersebut.
Namun, polisi akan terus mendalami kasus itu apakah korban murni terjatuh atau memang ada unsur kesengajaan. Hal ini disampaikan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman saat meninjau langsung lokasi penemuan korban AYG, balita berusia empat tahun yang ditemukan tidak bernyawa di aliran air.
Misteri Balita Tanpa Kepala di Samarinda, Polisi Periksa 8 Saksi
“Tentunya kami juga akan menyelidiki ke tempat awal, ke rumah penitipan, apakah di sini ada unsur kelalaiannya, ataukah ada motif lain, itu masih dalam penyelidikan,” kata Arif Budiman di Samarinda, Selasa (10/12/2019).
Arif mengatakan, sampai saat ini, pihaknya bersama jajaran Polresta Samarinda sudah memeriksa beberapa saksi terkait penemuan jasad AYG. Salah satunya saksi pekerja di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Yayasan Jannatul Athfaal yang menjaga korban sebelum korban ditemukan tewas.
Kasus Kematian Balita Tanpa Kepala di Samarinda, Polisi Gelar Prarekonstruksi
Dari keterangan saksi terungkap bahwa korban sempat ditinggalkan beberapa menit. Setelah saksi kembali, dia tidak menemukan korban di tempat semula. Dari keterangan inilah polisi menduga kuat ada kelalaian dan diperkuat dengan keterangan dari saksi lain.